SMA Muhammadiyah 1 Sragen Kaya Inovasi

Rangkaian Zetizen Jurnalistik 2016 sampai juga ke SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Sragen. Pelatihan jurnalistik inisiasiJawa Pos Radar Solo bekerja sama dengan Pemkab Sragen ini berlangsung di aula sekolah setempat, kemarin (20/10). Seperti biasa, sebelum pelatihan dimulai, sejumlah siswa Muhi Sragen unjuk kebolehan menampilkan bakat di bidang non-akademik.

Diawali perform Etnik Band di taman sekolah. Membawakan tiga lagu berjudul Gambang Suling, Lir Ilir, dan Indonesia Pusaka. Ketiganya diaransemen ulang dan dikolaborasikan bersama kendang.

Disusul aksi ektrakurikuler (ekskul) Tapak Suci dan robotika. Meski bukan sekolah kejuruan, robotika Muhi Sragen tak kalah dengan SMK. Buktinya, mereka menyabet juara umum di ajang Kreasi dan Inovasi (Krenova) tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sragen, 2015 dan 2016.

Khusus ekskul ini, Muhi Sragen menimba ilmu ke Robota Surakarta dan Kampung Robot Sidoarjo milik Arif Yudanarko. Sebagai catatan, Arif Yudanarko merupakan alumni Politeknik Negeri Surabaya yang kondang dengan kompetensi robotiknya.

Cara belajar ekskul robotika sengaja dibuat antimainstream. Yaitu melihat bentuk robotnya terlebih dahulu, baru mempelajari teorinya. Tak hanya robot, aeromodeling juga masuk ekskul ini Untuk chuck glider, mereka belajar pada bp. Subekti Solo. Sedangkan untuk drone belajar di Komunitas Seribu Bintang Jogja.

Tak mengherankan, inovasi ciamik robotika ini masuk nomine Ekskul Competition. Sebuahsupporting event Zetizen Jurnalistik 2016.

“Alatnya sudah ada, kemudian anak-anak berinovasi. Mengembangkan ide-idenya. Seperti drone. Jika biasanya untuk memotret, dikembangkan anak-anak jadi mesin penyemprot hama. Ke depan kami akan membuat inovasi lain lagi,” jelas pembina ekskul robotika Muhi Sragen, Burhanudin.

Masuk ke acara inti, pelatihan jurnalistik disampaikan wakil pemimpin redaksi Jawa Pos Radar Solo, Tri Wahyu Cahyono. Belanjut materi fotografi, dipandu fotografer Jawa Pos Radar Solo, Arief Budiman.

“Ini pengalaman pertama kalian mendapat materi tentang jurnalistik. Maka jangan dilewatkan begitu saja. Semoga kerja sama ini dapat berlanjut ke depannya. Ada tindak lanjutnya untuk membimbing siswa-siswa di bidang jurnalistik,” kata SMA Muhammadiyah 1 Sragen, Mustofa, S.Pd. MM., dalam sambutannya.

Guru matemarika Muhi Sragen, Rudi Anan tak mau ketinggalan. Dia terpilih jadi Guru Terfavorit, yang juga termasuk supporting event Zetizen Jurnalistik 2016. “Pak Rudi pantas dipilih sebagai guru favorit. Penyampaian materi mengajar enak, mudah dipahami, dan nggak pernah marah. Masih muda tapi berprestasi,” ujar salah seorang siswa Muhi Sragen Rihma.

Terakhir, peserta pelatihan mendapat sosialisasi singkat tentang komunitas anak muda terbesar di Indonesia, Zetizen. Sosialisasi disampaikan oleh wartawan Jawa Pos Radar Solo, Septina Fadia Putri.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *